Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Kembali Memandangku

[PUISI] Kembali Memandangku
ilustrasi orang yang menunggu (unsplash.com/Julia Caesar)

Kasihmu
Entah sampai kapan tibanya
Vendetta yang tersemat di kalbu
Ingin terus membuntang jauh
Namun karena itu kamu, aku pun ragu

Angin sudah berjanji,
Ketika aku penat menanti,
Untuk layangkan pesanku padamu

Sayangnya, kamu pun enggan menatapku
Untuk itulah aku dihunjam rapuh
Kuatkah aku 'pabila dihadapkan
Atas jawabanmu yang tak sesuai harapan?

Konyol rasanya aku berpura-pura
Akan pedihnya membungkam rasa
Mauku tak lebih darimu
Untuk kembali memandangku

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Patah di Atas Aspal

08 Mei 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Niskala

[PUISI] Niskala

08 Mei 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Kepada Kegagalan

[PUISI] Kepada Kegagalan

07 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Pantang Terusir

[PUISI] Pantang Terusir

06 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Lampu Kota

[PUISI] Lampu Kota

05 Mei 2026, 17:47 WIBFiction
[PUISI] Lima Jenis Cinta

[PUISI] Lima Jenis Cinta

04 Mei 2026, 09:48 WIBFiction