Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Kepingan Waktu

[PUISI] Kepingan Waktu
ilustrasi waktu (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

di saku senja kutemukan sisa tawa
yang dulu kita lipat dalam diam
seperti daun yang jatuh dengan elegi
atau rindu yang enggan sembuh

di setiap kepingan waktu
ada wajahmu yang samar tapi tetap tinggal
dalam ingatan yang terus merintik
seperti hujan—tak deras, tapi menenggelamkan

kita pernah jadi cerita
yang ditulis semesta dengan tinta jingga
namun halaman itu kini kusut
terlipat di antara pasrah dan pasrah

kau tahu?
tak semua yang retak ingin diperbaiki
kadang, cukup diterima—
sebagai bagian dari kisah yang pernah berarti

kepingan waktu tak perlu utuh
cukup satu yang jujur
cukup satu yang kita sebut:
pernah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Suara Bertingkah

25 Mar 2026, 17:47 WIBFiction
[PUISI] Menang

[PUISI] Menang

25 Mar 2026, 06:28 WIBFiction
[PUISI] Layu, Tapi Hidup

[PUISI] Layu, Tapi Hidup

25 Mar 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Merajut Laut Fajar

[PUISI] Merajut Laut Fajar

25 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Ruang Tersembunyi

[PUISI] Ruang Tersembunyi

23 Mar 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berbunga

[PUISI] Luka yang Berbunga

23 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

22 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Subuh yang Beku

[PUISI] Subuh yang Beku

21 Mar 2026, 15:25 WIBFiction