Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Kisah yang Jadi Ampas

[PUISI] Kisah yang Jadi Ampas
ilustrasi menyendiri (Pexels.com/Keenan Constance)

Kisah yang kita rangkai bersama sudah jadi ampas
Sisakan butiran-butiran resah yang mengeras
Berserakan di antara barisan rindu dan gejolak tanpa balas
Lalu tersapu badai lara yang teramat beringas

Jangan menoleh jika tak ada hasrat 'tuk kembali
Jangan pula kirimkan ribuan rayu melankoli
Sebab mata dan telingaku sudah terlanjur geli
Pada tingkah polahmu yang teramat tak bernyali

Pergilah, Tuan
Biarkan aku bercumbu dengan kehampaan
Tanpa kasih, hanya kisah minim angan
Menasbihkan diri sebagai fakir asmara yang menyatu dalam kesendirian

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Layu, Tapi Hidup

25 Mar 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Merajut Laut Fajar

[PUISI] Merajut Laut Fajar

25 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Ruang Tersembunyi

[PUISI] Ruang Tersembunyi

23 Mar 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berbunga

[PUISI] Luka yang Berbunga

23 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

22 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Subuh yang Beku

[PUISI] Subuh yang Beku

21 Mar 2026, 15:25 WIBFiction