Lubang terhambur di dinding batu
bekas tertinggal hujam peluru
terkikis habis, diobati tangis
menolak hancur meski tergerus
Dalam badai berawal gerimis
dalam lebam berawal meringis
ditapaki tebing yang mustahil terdaki
meski tubuh ditumbuhi seribu kaki
Terpinggirkan aku oleh
seruan yang memukul paksa mundur
mimpi sekadar menyentuh
menjadi mayat terkubur secara hidup
Begitulah, muasal aku
menjadi dinding batu
terkutuk, dalam tak tuntas
terejanya namamu
![[PUISI] Ku Eja Namamu](https://image.idntimes.com/post/20261029/pexels-ekaterina-bolovtsova-6193925_29c9146d-1d81-4bfd-81f2-601becd8a3fc.jpg)