Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Ku Eja Namamu
ilustrasi tulisan tangan. (pexels.com/KATRIN BOLOVTSOVA)

Lubang terhambur di dinding batu
bekas tertinggal hujam peluru
terkikis habis, diobati tangis
menolak hancur meski tergerus

Dalam badai berawal gerimis
dalam lebam berawal meringis
ditapaki tebing yang mustahil terdaki
meski tubuh ditumbuhi seribu kaki

Terpinggirkan aku oleh
seruan yang memukul paksa mundur
mimpi sekadar menyentuh
menjadi mayat terkubur secara hidup

Begitulah, muasal aku
menjadi dinding batu
terkutuk, dalam tak tuntas
terejanya namamu

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team