Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Lahan Basah
ilustrasi lahan basah (commons.wikimedia.org/Derek Jensen)

Sedari awal memang lahan basah
Dipersiapkan mentah demi kaum serakah
Yang bayar dilarang bantah apalagi marah
Meski nyari uang berdarah-darah
Ngejawantah pundi rasuah

Memang sedari awal tak peduli bocah
Lagaknya saja dermawan bersedekah
Paling amanah paling barokah
Boro-boro banyak bermuhasabah
Makin hari malah makin bertingkah

Belum satu pun kelar akar masalah
Solusinya jalan-jalan bagai lumrah
Tutup mata tutup telinga pakai kopiah
Mari kita pamerkan hasil gegabah
Hamdalah sekalian kabur dari ibadah

Entah anak sekolah pulang ke rumah
Dengan perut begah atau muntah-muntah
Tinggal sekali diancam tukang jual sawah
Tak bakal berani lagi keluar itu serapah
Hamdalah makin subur lahan basah

Masa bodoh banyak yang putus sekolah
Masa bodoh jutaan tak mampu kuliah 
Masa bodoh miskin papa bertambah
Tak apa-apa asalkan dapur naik jumlah
Selagi belum kiamat digas terus lah!

Memperkara orang-orang resah
Memperkaya para pedebah
Memperbanyak limbah
Sedari awal memang sampah
Pantas saja berkali-kali kalah 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team