barangkali cinta adalah liturgi
yang diam-diam kita ikuti,
tanpa tahu doa apa yang dibaca.
ia menuntun kita kehilangan arah,
seperti cahaya di ruang kosong
yang justru membuat kita percaya.
dan pada akhirnya,
kita menyebut sesat itu indah,
karena di dalamnya ada namamu.
![[PUISI] Liturgi](https://image.idntimes.com/post/20260819/suhi-rhaiu1taxdk-unsplash_082a263d-cfe9-4e73-bd15-2bc22e663578.jpg)