Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Luka Tertawan Cermin

[PUISI] Luka Tertawan Cermin
ilustrasi cermin (pexels.com/Ismael Sánchez)

Wahai cermin, saksi bisu zaman,
berdebu engkau dalam kelam peraduan.
Telah lalu rupa-rupa silam,
tertoreh bayang di permukaan remang.

Dalam renung cahaya redup,
terbayang wajah yang kian pupus.
Cermin bisu, engkau mengadu,
pada masa yang tiada jemu.

Di permukaanmu tersulam kisah,
gurat nestapa, luka yang pasrah.
Tiada engkau menawar dusta,
hanya melukis nyata semata.

Cermin bening sendu,
adakah kau ingat wajah dahulu?
Yang kini renta, yang kini sayu,
membisu di tepi waktu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Patricia Elsa
EditorPatricia Elsa
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Bahasa Air Mata

01 Apr 2026, 21:22 WIBFiction
[PUISI] Reruntuhan Cahaya

[PUISI] Reruntuhan Cahaya

01 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Bunga Surga

[PUISI] Bunga Surga

29 Mar 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Abu Pekat

[PUISI] Abu Pekat

29 Mar 2026, 21:04 WIBFiction