Luka ini belajar bergerak perlahan
Ia mengikuti setiap langkah
Tidak sembuh tidak pula pergi
Hanya tinggal menemani waktu
Pagi menyapanya tanpa empati
Siang memaksanya tetap berdiri
Malam menyimpan denyut diam
Di sela napas yang tertahan
Luka tidak selalu meminta belas
Ia hanya ingin diakui ada
Bahwa bertahan juga bentuk keberanian
Meski dilakukan dalam senyap
Maka aku berjalan bersamanya
Tidak cepat tidak pula mundur
Luka ini bukan akhir cerita
Ia bukti aku masih hidup
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Luka yang Berjalan
![[PUISI] Luka yang Berjalan](https://image.idntimes.com/post/20241013/ana-gabriel-z7bg-pjf7se-unsplash-f96a2f31398211c36c1d614d2c908814-af8ffa86d5575f969cae8c35449e150a.jpg)
ilustrasi berjalan di pantai (unsplash.com/Ana Gabriel)
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editorial Team
EditorYudha
Follow Us