Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[PUISI] Makam Bagi Suara

[PUISI] Makam Bagi Suara
Ilustrasi seorang wanita menahan tangis (unsplash.com/Art Institute of Chicago)
Share Article

Di dalam diri telah dikebumikan

Beribu perkataan yang tak tersampaikan

Beribu keluhan yang dipulangkan

Beribu harap yang tidak diperkenankan

Ia hidup sebagaimana mestinya

Tersenyum ketika perlu tersenyum

Berdiam ketika patut berdiam

Menyembunyikan segala yang belum sembuh

Namun pada suatu petang yang asing

Ketabahan kehilangan tempat berpijak

Air mata jatuh dengan bening dan dingin

Seakan batin telah lama meminta hak

Tiada saksi, tiada pembela

Tiada tangan yang datang menghiburkan

Hanya tangis yang akhirnya berkata

Tentang hal yang tak sanggup diucapkan

    This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
    Share Article

    Curated For You

    Editorial Team