Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Makhluk Lelucon
ilustrasi badut (pexels.com/Sachin Bharti)

Dilahirkan dari tawa setengah patah
Seperti cermin retak memaksa memantulkan langit
Di panggung dunia riuh
Berdiri dengan topeng menertawakan diri

Angin mengolok-olok rambu
Persis penonton tak pernah kehabisan ejekan
Langit pernah berkata lantang
Jadilah badai jika tak ingin diremehkan

Kadang seperti badut tanpa sirkus
Berbagi tawa yang asin pada laut
Tampil galak namun dungu
Persis lelucon dalam upik abu

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team