Dilahirkan dari tawa setengah patah
Seperti cermin retak memaksa memantulkan langit
Di panggung dunia riuh
Berdiri dengan topeng menertawakan diri
Angin mengolok-olok rambu
Persis penonton tak pernah kehabisan ejekan
Langit pernah berkata lantang
Jadilah badai jika tak ingin diremehkan
Kadang seperti badut tanpa sirkus
Berbagi tawa yang asin pada laut
Tampil galak namun dungu
Persis lelucon dalam upik abu
![[PUISI] Makhluk Lelucon](https://image.idntimes.com/post/20231003/pexels-sachin-bharti-1619918-d970b9a19a754cc9ecd9f9b6f7df74c6-0fc0c476c4c065b381c478a6ef64e885.jpg)