Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Mata

[PUISI] Mata
Unsplash/Alexandru Zdrobău
Share Article

Matamu mengunci semesta

Matamu menenggelamkan segala

Matamu menggenapkan arang yang patah

Matamu memberi isyarat keabadian

Abadi untuk tetap tinggal

Tetap mengunci diri di tempat serupa

Lewat matamu kutemukan duka

Duka yang kau sembunyikan tapi percuma

Kau terlalu lama menyimpan luka

Matamu terlalu jelas bercerita

Meskipun bibirmu diam tak berkata

Kau boleh berkisah panjang lebar padaku

Tumpahkan segala risau di hatimu

Agar samudera di matamu tak lagi berbadai

Agar pelangi di matamu tak lantas memudar

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima

Related Articles

See More

[PUISI] Romantis dan Melankolis

31 Mei 2026, 16:47 WIBFiction
[PUISI] Punggung Bumi

[PUISI] Punggung Bumi

30 Mei 2026, 21:12 WIBFiction
[PUISI] Rekam Jejak

[PUISI] Rekam Jejak

30 Mei 2026, 14:07 WIBFiction
[PUISI] Dompet Renta Ayah

[PUISI] Dompet Renta Ayah

28 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Selembar Pasrah

[PUISI] Selembar Pasrah

27 Mei 2026, 15:07 WIBFiction
[PUISI] Jubah Prasangka

[PUISI] Jubah Prasangka

27 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Tentang Mimpi

[PUISI] Tentang Mimpi

26 Mei 2026, 05:25 WIBFiction