Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Mawar

[PUISI] Mawar
Pixabay.com/peggychoucair

Kelopaknya jatuh lagi
Terbawa tiupan bayu entah ke mana
Si mawar tetap tersenyum
Menebarkan betapa cantiknya ia

Sekali lagi kelopaknya jatuh
Pasrah pada arus berujung air terjun
Si mawar pun tetap tersenyum
Masih percaya akan cantiknya ia

Hingga esok kelopaknya habis
Kemudian si gadis bertanya
Tidakkah si mawar membenci angin
Tidakkah si mawar membenci sungai

Hai, gadis
Suatu terus berjalan
Kecantikanmu tidaklah kekal

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Inneke Utami
EditorInneke Utami
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Sajak untuk Rindu yang Tak Pernah Selesai

23 Mar 2026, 22:52 WIBFiction
[PUISI] Ruang Tersembunyi

[PUISI] Ruang Tersembunyi

23 Mar 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berbunga

[PUISI] Luka yang Berbunga

23 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

22 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Subuh yang Beku

[PUISI] Subuh yang Beku

21 Mar 2026, 15:25 WIBFiction
[PUISI] Anak Bawang

[PUISI] Anak Bawang

20 Mar 2026, 05:04 WIBFiction