Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Melihat Bapak Melangkah

[PUISI] Melihat Bapak Melangkah
Pexels.com/Maria Lindsey Multimedia Creator
Share Article

Bapakku tak pernah berhenti melangkah
Kakinya sibuk menuju berbagai tempat
Rumah, jalanan, hingga seluruh kota

Wangi bapak telah dikenal baik teman-temannya
Dan selalu disambut dengan penuh ramah
Terkadang, bapak pulang penuh hadiah

Bapakku selalu mengenalkanku pada teman-temannya
Gunung yang sejuk, kota yang padat, dan rumah yang ramah
Semuanya tak luput hingga aku bisa pergi sendiri

Kini, bapakku enggan menemaniku
Kakinya sibuk melangkah di rumah
Menemani ibu yang selalu ingin ramah-tamah

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Ridlo M
EditorRidlo M

Related Articles

See More

[PUISI] Rekam Jejak

30 Mei 2026, 14:07 WIBFiction
[PUISI] Dompet Renta Ayah

[PUISI] Dompet Renta Ayah

28 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Selembar Pasrah

[PUISI] Selembar Pasrah

27 Mei 2026, 15:07 WIBFiction
[PUISI] Jubah Prasangka

[PUISI] Jubah Prasangka

27 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Tentang Mimpi

[PUISI] Tentang Mimpi

26 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Tolak Ukur

[PUISI] Tolak Ukur

25 Mei 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Perihal Ibu

[PUISI] Perihal Ibu

25 Mei 2026, 05:25 WIBFiction