Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Membilas Debu di Pelataran Takdir
ilustrasi meratapi nasib (pexels.com/Clara Mirea)

Irama nasib tak pernah patuh pada ingin
menyingkap rahasia di balik lipatan hari
segala yang patah dibiarkan disapa angin
belajar tumbuh tanpa perlu memaksa menari

Jejak-jejak letih yang tertinggal di lorong waktu
meninggalkan riuh hingga memudar sendiri
dada yang retak tak lagi merutuki batu
sebab luka adalah cara seni merawat diri

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team