Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Memendam Rasa Dalam Resah

[PUISI] Memendam Rasa Dalam Resah
Unsplash.com/stefanspassov

Kilau bintang tak lagi seindah itu

Ada sorot matamu yang mengalahkannya semudah itu

Aku jatuh hati tanpa tahu kamu takkan membalas perasaanku

Ingin mengungkapkan, tetapi tahu bahwa tak ada binar saat kamu menatapku

Bahkan jika kupandangi setiap hari pun, tetap sama pandanganmu terhadapku

Persis seperti caramu memandangi teman-temanmu

Menandakan aku tak pernah ada dalam hatimu

 

Kamu tak membalas, aku gundah

Rasa gundah yang sayangnya tak bisa menghapus rasaku dengan mudah

Apabila kuberitahukan rasa ini pada Tuhan pun, pasti akan dianggap salah

Mungkin hadirnya dirimu mengisi benakku setiap hari juga salah

Padahal bukan aku yang minta, melainkan hadir sendiri tanpa bisa kucegah

Tetap, aku memendam rasa dalam resah

Lantas hadirnya dirimu yang indah 

Takkan pernah kuanggap salah 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
erwanto
Editorerwanto
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Surat Cinta dari Bulan Februari

24 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Di Antara Gerimis

[PUISI] Di Antara Gerimis

24 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berjalan

[PUISI] Luka yang Berjalan

23 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Kepada Hati

[PUISI] Kepada Hati

22 Feb 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Asa Tersisa

[PUISI] Asa Tersisa

22 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Buat Apa Bersuara?

[PUISI] Buat Apa Bersuara?

22 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Cangkir Biru

[PUISI] Cangkir Biru

20 Feb 2026, 13:48 WIBFiction