Rumah itu tidak pernah benar-benar diam
Selalu menyimpan napas dari langkah yang pernah pulang
Di sudut ruang tamu, cahaya pernah jatuh dengan lembut
Seperti tangan yang tidak terburu-buru menyentuh waktu

Dindingnya mengingat percakapan kecil yang tak tercatat
Tentang teh yang terlalu manis
dan tawa yang jatuh tanpa alasan
Namun, cukup membuat hari terasa lengkap

Di teras, angin sering datang tanpa janji
Membawa aroma tanah basah dan kabar sederhana
Bahwa dunia di luar tetap berjalan
Sementara di sini, kita pernah berhenti sebentar untuk merasa cukup

Kursi kayu itu masih menyimpan lekuk yang pernah duduk
Seolah waktu meninggalkan bentuknya di sana
Tanpa pernah benar-benar pergi sepenuhnya

Dan setiap kali malam turun perlahan
Rumah ini tidak menutup diri
Ia hanya merapikan kenangan
Seperti seseorang yang menata ulang foto lama dengan senyum yang tenang