Di luar sana, hujan terdengar mampir di pelataran
Deras, berirama, dan membawa harum petrichor
Setiap tetesnya tidak hanya membawa berkah
Namun juga memoir dari setiap zaman
Tetes pertama mengingatkanku akan cinta pertama
Manis, harum, dan penuh bunga romansa
Juga mengingatkanku akan jam kosong
Waktu asyik untuk bercengkrama dan canda tawa
Tetes kedua, penuh dengan cita dan perjuangan
Bertemankan buku dan pulpen
Melahap ilmu sampai ke malam yang panjang
Penuh dengan panjatan do'a dan buaian mimpi
Tetes ketiga, tidak terlalu menyenangkan
Berkenalan dengan sandiwara hidup dan realita
Mimpi dibangun di atas do'a yang rapuh
Dan orang-orang datang dan pergi berlalu lalang
Memoir demi memoir terus berjatuhan dari langit
Pahit dan manisnya hidup terekam dalam tetesannya
Kesedihan tidak lagi terasa perih tatkala kau mengerti keseluruhannya
Dan jadilah kuat, tumbuh dari berbagai ingatan
![[PUISI] Memoir dalam Tetes Hujan](https://image.idntimes.com/post/20260420/pexels-chetanvlad-1529360_0da6768a-2cf6-4e86-af89-b7917607d14d.jpg)