Senyap itu keras
Lebih keras dari batu dasar sungai
Menolak hancur kala dilumat
Kadang, menjadi burung hitam mengepak di rongga dada

Redam mencari jendela untuk pulang
Sedang langit telah dilipat malam
Seperti surat tak jadi dikirim
Entah sejak kapan termakan usang

Barangkali suatu saat habis senyap
Berganti gemuruh persis kilat
Menghantam tanpa perhitungan
Melukis memori kelam