Malam menggigil di tanah yang gaduh
Suara kecemasan belum juga reda
Aku merapatkan doa menjelang subuh
Berharap damai pulang ke dada
Di jalan-jalan, wajah menyimpan resah
Kabar buruk datang tanpa jeda
Namun manusia tetap memilih tabah
Meski harapan nyaris tak bersuara
Aku masih terjaga di bawah langit kelam
Menunggu cahaya menyentuh bumi
Sebab setiap luka tak selamanya diam
Dan setiap gelap akan pergi
Lalu adzan subuh perlahan terdengar
Membelah sunyi yang semalam membantu
Aku percaya harapan tak pernah benar-benar pudar
Sebab pagi selalu tahu jalan menuju rindu
![[PUISI] Menanti Subuh di Tanah yang Gaduh](https://image.idntimes.com/post/20260913/1000243827_66e3acdc-2d6a-4b01-9472-83238d84223c.jpg)