Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Menanti Subuh di Tanah yang Gaduh
ilustrasi seorang pria menatap langit menjelang subuh (magnific.com/jcomp)

Malam menggigil di tanah yang gaduh

Suara kecemasan belum juga reda 

Aku merapatkan doa menjelang subuh

Berharap damai pulang ke dada

Di jalan-jalan, wajah menyimpan resah

Kabar buruk datang tanpa jeda 

Namun manusia tetap memilih tabah

Meski harapan nyaris tak bersuara

Aku masih terjaga di bawah langit kelam

Menunggu cahaya menyentuh bumi

Sebab setiap luka tak selamanya diam

Dan setiap gelap akan pergi

Lalu adzan subuh perlahan terdengar

Membelah sunyi yang semalam membantu

Aku percaya harapan tak pernah benar-benar pudar

Sebab pagi selalu tahu jalan menuju rindu

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team