[PUISI] Menepi dari Hingar Bingar

Aku mencari jalan setapak
Yang tak dihafal kendaraan dan lampu kota
Hanya desir angin
Dan suara dedaunan jatuh perlahan
Di sana, waktu tak berlari
Ia duduk bersamaku
Menyuguhkan hening
Sebagai satu-satunya percakapan
Dan aku pun mengerti
Bahwa sunyi tak pernah kosong
Ia hanyalah rumah
Bagi jiwa yang ingin pulang
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.