Seperti lampu usang di langit kusam
Cahayanya pucat
Enggan menyentuh bumi
Entah terlalu sering berpura-pura cerah
Memunguti sisa tawa
Yang jatuh dari bibir-bibir munafik
Menciumnya seperti koin karatan
Menyimpan di saku luka
Betapa dunia ini pasar sandiwara,
Nestapa dipercantik bedak bahagia
Air mata disulap menjadi pesta
Angin berbisik dengan lidah bercabang
Mengantar kabar separuh benar
Separuh lagi racun
Kebenaran berdiri telanjang
Di tengah alun-alun angkuh
Dirajam sorak-sorai yang mengaku suci.
![[PUISI] Mengais Ironi](https://image.idntimes.com/post/20220716/pexels-pixabay-247314-d970b9a19a754cc9ecd9f9b6f7df74c6-b07ecdadaf69047ca257b0e8e5f7edbc.jpg)