Cahaya yang tergores
Merasuki bentala pena
Mematoki balasan ego
Kala lembaran saling bersedekap
Memprakarsai aksara
Bersahutan tiap ukiran
Menepi pada dayita, kapan jawabannya?
Mengadu wangi yang mati
Berhamburan sebuah nama
Mengisi sampul depan
Berseteru di pelosok hati
Membakar kertasnya perlahan
Pada lilin yang bersaksi
Menjaga ukiran waktu
Bunga menunggu usianya
Tergeletak di sisi asmaraloka
Tangis deretan kata
Pada gulungan luka
Tentang aku yang bersimpuh!
Di atas hiasan renjana dirimu
Berceloteh pada logika
Sepenggal kelam dilukis
Bergeming di antara kegelapan
Tenggelam dalam emosi
Romansa menapaki nabastala
Kalut dibuai nostalgia
Memudarkan aspirasi raga
Syairku, baitnya penuh wajahnya
![[PUISI] Menyaksikan Lembaran Menggulung Namanya](https://image.idntimes.com/post/20260703/pexels-aleyna-demir-655137387-18448269_3dbeba3b-c653-470b-8b13-19e190be75b8.jpg)