Tak semua luka
harus dibalas dengan air mata.
Ada yang memilih diam,
lalu menyulam setiap perih
menjadi untaian doa.
Satu demi satu,
harap dijahit bersama sabar,
hingga hati tak lagi
dipenuhi amarah.
Barangkali sembuh
bukan tentang hilangnya luka,
melainkan tentang belajar
menerimanya dengan ikhlas.
Sebab setiap doa
yang lahir dari hati yang terluka
selalu membawa harapan
untuk kembali menguat.
![[PUISI] Menyulam Luka dengan Doa](https://image.idntimes.com/post/20260709/1000124831_37ad90e7-0815-4400-9789-c5a427af2722.jpg)