Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Menyulam Luka dengan Doa
Ilustrasi tangan yang sedang berdoa (pexels.com/Firman Marek_Brew)

Tak semua luka
harus dibalas dengan air mata.

Ada yang memilih diam,
lalu menyulam setiap perih
menjadi untaian doa.

Satu demi satu,
harap dijahit bersama sabar,
hingga hati tak lagi
dipenuhi amarah.

Barangkali sembuh
bukan tentang hilangnya luka,
melainkan tentang belajar
menerimanya dengan ikhlas.

Sebab setiap doa
yang lahir dari hati yang terluka
selalu membawa harapan
untuk kembali menguat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorAtqo Sy