Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Mimpi Tak Bisa Dibaringkan

[PUISI] Mimpi Tak Bisa Dibaringkan
ilustrasi seorang perempuan tertidur (pexels.com/Ron Lach)

Mimpi bukan kasur empuk untuk rebah,
ia puncak curam di balik lelah.
Ditempa dari langkah-langkah luka,
dan tekad yang tak sudi menyerah.

Ia berdiam di balik mata
namun hidup dalam tiap kerja.
Ditanam dalam dada yang percaya,
bahwa esok bisa dibentuk dari asa.

Tak mudah menggenggam cahaya,
tanganmu harus berdarah dulu.
Tapi siapa pun yang bertahan,
akan temukan langit di dalam dirinya.

Jangan tidurkan mimpi dalam tenang,
bangunkan ia, giring ke terang.
Karena dunia tak beri tempat
untuk mereka yang cuma berharap.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Kopi Tanpa Asap

01 Mar 2026, 07:07 WIBFiction
[PUISI] Kepada Ibu

[PUISI] Kepada Ibu

28 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Untuk Anakku

[PUISI] Untuk Anakku

27 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Serambi Kosong

[PUISI] Serambi Kosong

26 Feb 2026, 14:47 WIBFiction
[PUISI] Merayakan Sepi

[PUISI] Merayakan Sepi

25 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Di Antara Gerimis

[PUISI] Di Antara Gerimis

24 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berjalan

[PUISI] Luka yang Berjalan

23 Feb 2026, 05:04 WIBFiction