Ramahnya fajar menyemai harapan
Disapa peluh pagi berbutiran
Burung bernyanyi senyaring lonceng
Duet angin romantis mendongeng
Kala malam, syahdunya lain lagi
Serangga sayup menggumam damai
Dari nadanya melambung imaji
Seraya berkata, “Mengembaralah di alam mimpi.”
Bumi berputar tanpa henti
Mengganti gulita dan benderang sesuai janji
Kadang temaram ada di tengah melengkapi
Semua indahnya sudah bertakar pasti
Namun manusia sering lupa membaca tanda
Terjebak resah di antara jeda cahaya
Padahal hanya hati perlu belajar percaya
Sedih hari ini, belum tentu esok juga
![[PUISI] Mungkin Esok Tak Sedih](https://image.idntimes.com/post/20260911/pexels-442466290-15399457_f2670e1c-8ad5-490c-b9da-d7d97475cebc.jpg)