Di dalam diriku ada museum kecil
Yang tak pernah dibuka siapa pun
Di sana kusimpan banyak hal
Yang pernah singgah lalu pergi
Ada tawa yang telah memudar
Ada nama yang mulai asing
Ada harapan yang kehilangan jalan
Dan rindu yang lupa pulang
Semuanya tertata rapi di sana
Meski sebagian telah berdebu
Karena hati punya kebiasaan aneh
Sulit membuang sesuatu yang berarti
Kadang aku datang berkunjung
Bukan untuk tinggal terlalu lama
Hanya ingin memastikan
Bahwa aku pernah merasakan sesuatu
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Museum dari Hal yang Hilang
![[PUISI] Museum dari Hal yang Hilang](https://image.idntimes.com/post/20260703/pexels-mikegles-30489691_cbce1cfe-ab32-47f4-a6a2-325c400a2f24.jpg)
ilustrasi seorang pria mengunjungi museum (pexels.com/Miguel González)
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Curated For You
Editorial Team
EditorYudha