Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Negeri yang Pandai Berpura-pura
ilustrasi pria yang sendirian (pexels.com/Ali Kazal)

Tersebutlah sebuah negeri dongeng
Tempat kemakmuran tumbuh di setiap penjuru
Lautnya menyimpan beragam kekayaan
Hutannya mewariskan teduh bagi kehidupan

Namun mata hingga tangan ingin lebih
Mengambil semua bagian dengan keserakahan
Sedikit demi sedikit keindahan berpindah tuan
Hingga rumah tertutup oleh panasnya abu

Di balairung para pemilik mahkota
Kursi-kursi dibagikan kepada para penjaga
Sementara dari balik tembok yang menjulang
Suara kehilangan dianggap angin lalu

Anehnya negeri itu tetap disebut berjaya
Panji-panji berkibar di atas puing-puingnya
Dongeng terus dibacakan dengan akhir bahagia
Meski tak seorang pun tahu ke mana harus pulang

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorYudha ‎