Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Nyanyian Duka

[PUISI] Nyanyian Duka
ilustrasi banjir dari atas (pexels.com/Pok Rie)
Share Article

Dari kemarin hujan begitu garang mengaum
Saban hari semakin mencekam
Angin bertempik, daun terdampar. Alam cipta nyanyian duka
Sadarkah engkau bumi terluka?

Mungkinkah esok hari masih hidup?
Harap-harap takut membunuhmu yang berbaring lesu di atas atap
Ataukah telah tertimbun tanah,
Sebelum sempat dipeluk pisah?

Tanah tergusur, sayang sekali akar sawit tak bisa menolongnya
Pohon-pohon raksasa itu berguling kuat menghantam kediaman penuh cinta
Lalu kita kehilangan, habis diluluh lantak oleh keserakahan
Katanya bukan, sayang sekali alam sampaikan nyanyian duka penuh kebencian

Esok hari seseorang datang membantu
Membawa beras di pundaknya, agar senang semua terpukau
Alam telah bernyanyi begitu perih
Sayangnya seseorang itu menyombongkan kebaikan setelah berani berserakah

Hujan tak kunjung berhenti
Meski tak segarang kemarin
Takut-takut alam makin terlukai
Menambah luka anak manusia yang tidur mengigau, tolong, banjir, tolong kami!

Padang, 14 Desember 2025

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Ananda Zaura
EditorAnanda Zaura

Related Articles

See More

[PUISI] Komuni Jiwa

03 Jun 2026, 09:08 WIBFiction
[PUISI] Negara Hadir

[PUISI] Negara Hadir

03 Jun 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Jingga Selamanya

[PUISI] Jingga Selamanya

01 Jun 2026, 19:38 WIBFiction
[PUISI] Punggung Bumi

[PUISI] Punggung Bumi

30 Mei 2026, 21:12 WIBFiction
[PUISI] Rekam Jejak

[PUISI] Rekam Jejak

30 Mei 2026, 14:07 WIBFiction