[PUISI] Nyanyian Duka

Dari kemarin hujan begitu garang mengaum
Saban hari semakin mencekam
Angin bertempik, daun terdampar. Alam cipta nyanyian duka
Sadarkah engkau bumi terluka?
Mungkinkah esok hari masih hidup?
Harap-harap takut membunuhmu yang berbaring lesu di atas atap
Ataukah telah tertimbun tanah,
Sebelum sempat dipeluk pisah?
Tanah tergusur, sayang sekali akar sawit tak bisa menolongnya
Pohon-pohon raksasa itu berguling kuat menghantam kediaman penuh cinta
Lalu kita kehilangan, habis diluluh lantak oleh keserakahan
Katanya bukan, sayang sekali alam sampaikan nyanyian duka penuh kebencian
Esok hari seseorang datang membantu
Membawa beras di pundaknya, agar senang semua terpukau
Alam telah bernyanyi begitu perih
Sayangnya seseorang itu menyombongkan kebaikan setelah berani berserakah
Hujan tak kunjung berhenti
Meski tak segarang kemarin
Takut-takut alam makin terlukai
Menambah luka anak manusia yang tidur mengigau, tolong, banjir, tolong kami!
Padang, 14 Desember 2025


















