Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Pada Suatu Terik

[PUISI] Pada Suatu Terik
Pexels/Helena Lopes

Aku memandangmu dari kejauhan
Dari tepi lapangan yang gersang
Sebab jarak cukup asing untuk kita rasakan

Angin berembus bersama debu
Membawa wangi tubuhmu yang menggebu
Kucuri semua yang berembus
Hingga tak ada yang bisa menciumnya

Kupandangi bibirmu yang redup
Yang berusaha menelan kata-kata
Agar tetap basah begitu kau ucap
Begitu tepat kau di hadapku

Kemudian…
Kita berhadapan bersentuh ujung kaki
Tak kutemukan wangi tubuhmu
Juga kata-kata dari mulutmu

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ridlo M
EditorRidlo M
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Cahaya Tipis di Balik Awan

11 Mar 2026, 07:07 WIBFiction
[PUISI] Langit Gemuruh

[PUISI] Langit Gemuruh

11 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Di Antara Retak

[PUISI] Di Antara Retak

10 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Memilih Keheningan

[PUISI] Memilih Keheningan

09 Mar 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Meminta Cahaya

[PUISI] Meminta Cahaya

08 Mar 2026, 21:48 WIBFiction
[PUISI] Doa-Doa dalam Diam

[PUISI] Doa-Doa dalam Diam

08 Mar 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Cacat Perspektif

[PUISI] Cacat Perspektif

08 Mar 2026, 05:04 WIBFiction