Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Pantulan Cermin

[PUISI] Pantulan Cermin
ilustrasi bercermin (pexels.com/Ivan Oboleninov)

Kala ku lihat cermin di depanku
Tampak sosok seorang wanita yang tak asing
Aku tak suka melihat wajah itu
Ya, itu hanya mengingatkanku kepada kenangan buruk

Luka yang kau berikan masih tergores di tubuhku
Rasa sakit yang kau tanamkan masih tergiang jelas di pikiranku
Rasa takut yang menjalar ke seluruh tubuh, masih terasa saat mengingatmu
Ya, hingga kini aku tak pernah bisa melupakannya

Ku usap wajah pada pantulan cermin
Aku pun tertawa tanpa sadar
Lucunya aku benar-benar memiliki wajah yang persis sepertinya
Ya, aku begitu mirip dengannya yang menorehkan luka sejak melahirkanku

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Shella Rafika Sari
EditorShella Rafika Sari
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Serambi Kosong

26 Feb 2026, 14:47 WIBFiction
[PUISI] Merayakan Sepi

[PUISI] Merayakan Sepi

25 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Di Antara Gerimis

[PUISI] Di Antara Gerimis

24 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berjalan

[PUISI] Luka yang Berjalan

23 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Kepada Hati

[PUISI] Kepada Hati

22 Feb 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Asa Tersisa

[PUISI] Asa Tersisa

22 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Buat Apa Bersuara?

[PUISI] Buat Apa Bersuara?

22 Feb 2026, 05:04 WIBFiction