Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[PUISI] Penyesalan

1 min read
[PUISI] Penyesalan
Ilustrasi Seorang Perempuan Sedih Meratapi Kehilangan (pexels/@Artem Mizyuk)
  • Puisi mengisahkan dua remaja dengan karakter bertolak belakang: satu akrab dengan kesunyian, sementara lainnya selalu membawa keriuhan.
  • Pertemuan di sekolah yang berawal dari saling mengenal berkembang menjadi kedekatan emosional, saat keduanya menemukan kenyamanan satu sama lain.
  • Kisah mereka berakhir dalam penyesalan karena keraguan dipercaya terlalu jauh, sementara kepergian tidak selalu memiliki jalan untuk kembali.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Dahulu, pernah ada dua hati yang belia
Yang satu akrab dengan sunyi
Yang lainnya membawa riuh ke mana pun ia pergi
Bertolak belakang, tapi saling melengkapi

Di sela bel istirahat yang singkat
Mereka bertemu di antara bangku sekolah
Awalnya hanya saling mencari tahu nama
Hingga nama mulai terukir di sudut perasaan

Seseorang terbiasa dengan riuh lainnya
Yang lain mulai menemukan tenang di balik diam
Hingga tanpa sadar, ruang kecil tumbuh di sudut perasaan
Tempat yang hanya mereka pahami berdua

Begitulah kisah dua belia yang belajar saling tinggal
Sayangnya, mereka terlalu belia untuk menyadari
Bahwa tidak semua keraguan harus dipercaya
Dan tidak setiap kepergian dapat menemukan jalan kembali

    This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
    Share Article

    Curated For You

    Editorial Team