Ia merampas emas dari tanah
Sementara kami memeluk lapar
Bukit direnggut sampai rebah
Debu beranak di udara
Yang terlontar hanya amarah
Yang tersisa hanyalah sabar
Sebenarnya kami pun lelah
Bahkan hujan enggan jatuh sebentar
Sungai mengering kehilangan arah
Maka siapa yang kemudian gentar
Lagi-lagi kami melawan si pongah
Entah mungkin hingga akhir terkabar