Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Perempuan Nahas

[PUISI] Perempuan Nahas
pixabay.com/Free-Photos
Share Article

Pada rindu yang masih bertahan
Mau sampai kapan?
Bahkan bulan pun mulai bosan
Matahari juga tak tahan

Tiga hari tiga malam
Sibuk dengan khayalan kelam
Bahwa si puan akan datang memberi salam
Namun yang datang hanyalah sakit bagai dirajam

Diikat mati dengan ribuan janji
Bilangnya akan kembali
Tapi ternyata menjauhi
Bodohnya, malah tak bisa benci

Kapan bisa lepas?
Sudah lelah tubuh ini dihempas
Bahkan hati pun masih dirampas
Datang dengan cinta, pergi dengan beringas

Sungguh aku, nahas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You

[PUISI] Puisi Jalan Penuh Harap

20 Apr 2017, 22:25 WIBFiction
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎

Related Articles

See More
[PUISI] Saling Becermin

[PUISI] Saling Becermin

05 Jul 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Bisik Pekerja

[PUISI] Bisik Pekerja

04 Jul 2026, 21:17 WIBFiction
[PUISI] Labirin Perasaan

[PUISI] Labirin Perasaan

02 Jul 2026, 21:08 WIBFiction
[PUISI] Persembahan

[PUISI] Persembahan

02 Jul 2026, 20:48 WIBFiction
[PUISI] Realitas Bayangmu

[PUISI] Realitas Bayangmu

02 Jul 2026, 16:47 WIBFiction