Aku pernah percaya bahwa kelak kamulah Humaira
Aku pernah menutup segala celah untuknya
Untuk mereka yang pernah singgah dan merebah di palung hatiku
Aku yakini bahwa kita akan melukis hari-hari dengan kanvas bercak cumbu
Kita adalah persimpangan aliran deras kasta yang bermuara pada lautan rindu
Keputusanmu adalah anak panah yang bertahun dipanasi lalu menghunus dada menembus bahu
Kepergianmu telah mengajarkanku
Bahwa luka terbesar adalah istana sahutan jutaan kalimat mesra
Yang runtuh sekejap diterjang gempa beberapa kata dengan hempasan air mata
Aku telah merelakanmu semenjak malam itu
Izinkan aku melontar bayangmu jauh ke pusara cakrawala
Lupakan segala kecup yang mendarat di dahi sepulang bekerja
Lupakan low tea yang paling manis untuk segala senyum indahmu saban senja
Lupakan tentang saling merangkul di atas satu bukit memandang luas samudra
Kau adalah embun pada malam-malamku yang sendu
Kini aku harus berdamai dengan teriknya luka kehilangan tetesmu
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Perihal Luka
![[PUISI] Perihal Luka](https://image.idntimes.com/post/20200321/photo-1530194637961-20bad4460b47-f1ff2554e1e04483cdec3633704a61cc.jpeg)
unsplash.com/Davids Kokainis
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Curated For You
- [PUISI] Rahasia Puisi26 Mar 2020, 22:24 WIB
Editorial Team
EditorYudha
Related Article
[PUISI] Berlabuh di Pulau Berbeda11 Agu 2026, 21:17 WIB
[PUISI] Bintang yang Bersinar Sendiri11 Agu 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Tempat Pulang di Dunia11 Agu 2026, 17:07 WIB
[PUISI] Pertanyaan yang Tak Pernah Pergi11 Agu 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Kau Adalah Waktu11 Agu 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Persimpangan Jalan10 Agu 2026, 21:27 WIB
[PUISI] Bunyi yang Tak Pernah Datang10 Agu 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Saat Hasil Tak Kunjung Tiba10 Agu 2026, 14:07 WIB
[PUISI] Satu Pagi Menjamu Agustus10 Agu 2026, 06:52 WIB
[PUISI] Rumah yang Ternyata Bisa Patah10 Agu 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Gelombang Culas10 Agu 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Tak Kurang Sebelum Berdua09 Agu 2026, 20:52 WIB
[PUISI] Bayangan Aksara yang Terkunci09 Agu 2026, 20:27 WIB
[PROSA] Masa Lalu yang Belum Usai09 Agu 2026, 20:07 WIB
[PUISI] Langit Masih Menyimpan Jawaban09 Agu 2026, 14:47 WIB
[PUISI] Untuk Sekadar Diberi Ruang09 Agu 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Liturgi sang Pengembara Maut09 Agu 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Secangkir Teh dan Hening08 Agu 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Membilas Debu di Pelataran Takdir08 Agu 2026, 18:07 WIB
[PUISI] Belajar Meluruh Seperti Daun Gugur08 Agu 2026, 05:25 WIB