Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Perlukah Mencipta Luka

[PUISI] Perlukah Mencipta Luka
ilustrasi merasa tertekan (unsplash.com/Yosi Prihantoro)

Bukankah pada faktanya teramat pedih?
Kembali tersungkur dalam sudut ruang
Menenggelamkan muka tak mampu mendongak
Perlukan sekarang untuk mencipta luka?

Pada hening yang memang menjadi saksi
Namun tak pandai untuk bersuara
Kayaknya dinding rapuh yang memilih membisu
Menghiraukan tatapan manusia layu

Bagaimana dengan antusias yang kemarin menggebu?
Sekarang sudah menghilang layaknya debu
Berganti cerita ekspektasi usang
Berkarat terkikis oleh lamunan

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Mutiatuz Zahro
EditorMutiatuz Zahro
Follow Us

Related Articles

See More

[PUISI] Menahan Senja agar Tak Lekas Jingga

06 Mei 2026, 10:58 WIBFiction
[PUISI] Pantang Terusir

[PUISI] Pantang Terusir

06 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Lampu Kota

[PUISI] Lampu Kota

05 Mei 2026, 17:47 WIBFiction
[PUISI] Lima Jenis Cinta

[PUISI] Lima Jenis Cinta

04 Mei 2026, 09:48 WIBFiction
[PUISI] Peluh yang Bersemi

[PUISI] Peluh yang Bersemi

04 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Terbentur Rasa

[PUISI] Terbentur Rasa

03 Mei 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Gadai Percaya

[PUISI] Gadai Percaya

03 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Hamparan Semu

[PUISI] Hamparan Semu

01 Mei 2026, 21:27 WIBFiction