Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[Puisi] Pisah Bukan Berarti Sudah

[Puisi] Pisah Bukan Berarti Sudah
source_name

Bahagia yang kami ukir

Tetiba saja berakhir

Raga tanpa jiwa

Diam tanpa kata

 

Dalam benak, penuh tanya

Mengapa tak ada kata?

Terasa begitu rumit

Pun pergi tanpa pamit

 

Tubuh itu terbujur kaku

Tak bisa lagi menahan tangisku

Perjalanan terakhir ini sungguh mencekik ku

Remuk, hancur lebur hatiku

 

Ibu, apa makna perpisahan ini?

Apa tujuan kau pergi?

Mengapa tega meninggalkanku sendiri?

Kepergianmu terasa seperti berjalan satu kaki

 

Tak ada satupun yang mengerti

Datanglah bu, datanglah dalam mimpi

Akan ku sambut dengan senang

Dan kehadiranmu akan membuat hatiku tenang

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nimah Dia
EditorNimah Dia
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Hujan dan Luka yang Bertahan

26 Mar 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Suara Bertingkah

[PUISI] Suara Bertingkah

25 Mar 2026, 17:47 WIBFiction
[PUISI] Menang

[PUISI] Menang

25 Mar 2026, 06:28 WIBFiction
[PUISI] Layu, Tapi Hidup

[PUISI] Layu, Tapi Hidup

25 Mar 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Merajut Laut Fajar

[PUISI] Merajut Laut Fajar

25 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Ruang Tersembunyi

[PUISI] Ruang Tersembunyi

23 Mar 2026, 20:27 WIBFiction