Puisi tidak pernah cukup menggambarkan apa yang bergejolak di dada
Ketika jatuh cinta menjadi sebegitu mudahnya
Pada sore sehabis hujan dan senyum kecil tanpa maksud
Rindu tidak mati dalam sepuluh hari
Hanya menjadi-jadi
Dan wajahmu yang sulit kulukis dalam bait-bait
Tentang cinta yang telah lama tak hinggap di tubuh yang sepi
Dan kesendirian yang lelah
Ya, aku tahu
Kau akan menjadi kesekian yang tak mungkin membaca sajak-sajak ini, sebagaimana yang telah lalu
Namun, aku ingin menuliskanmu
Sampai meneteskan air mata rindu yang tak berujung
Cinta sekali lagi merasukiku
Tak ada lagu yang sanggup singkirkan
Tak ada puisi yang sanggup singkirkan
Hanya pertemuan
Yang sekejap
Yang tidak menumbuhkan apa-apa
Selain cinta yang lebih hening dari seluruh kebisuan
Dan aku menginginkanmu
Bolehkah kita bercerita?
Ah, ya
Dan hanya sebuah puisi
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Puisi Tidak Pernah Cukup
![[PUISI] Puisi Tidak Pernah Cukup](https://image.idntimes.com/post/20211117/fromandroid-9da5619c13a7edf222bb47398c3a7180.jpg)
ilustrasi bibir pantai (pixabay.com/dmytro_R)
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Curated For You
- [PUISI] Simfoni Rasa17 Nov 2021, 22:22 WIB
Editorial Team
EditorKidung Swara Mardika
Related Article
[PUISI] Berlabuh di Pulau Berbeda11 Agu 2026, 21:17 WIB
[PUISI] Bintang yang Bersinar Sendiri11 Agu 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Tempat Pulang di Dunia11 Agu 2026, 17:07 WIB
[PUISI] Pertanyaan yang Tak Pernah Pergi11 Agu 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Kau Adalah Waktu11 Agu 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Persimpangan Jalan10 Agu 2026, 21:27 WIB
[PUISI] Bunyi yang Tak Pernah Datang10 Agu 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Saat Hasil Tak Kunjung Tiba10 Agu 2026, 14:07 WIB
[PUISI] Satu Pagi Menjamu Agustus10 Agu 2026, 06:52 WIB
[PUISI] Rumah yang Ternyata Bisa Patah10 Agu 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Gelombang Culas10 Agu 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Tak Kurang Sebelum Berdua09 Agu 2026, 20:52 WIB
[PUISI] Bayangan Aksara yang Terkunci09 Agu 2026, 20:27 WIB
[PROSA] Masa Lalu yang Belum Usai09 Agu 2026, 20:07 WIB
[PUISI] Langit Masih Menyimpan Jawaban09 Agu 2026, 14:47 WIB
[PUISI] Untuk Sekadar Diberi Ruang09 Agu 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Liturgi sang Pengembara Maut09 Agu 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Secangkir Teh dan Hening08 Agu 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Membilas Debu di Pelataran Takdir08 Agu 2026, 18:07 WIB
[PUISI] Belajar Meluruh Seperti Daun Gugur08 Agu 2026, 05:25 WIB