Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Rabun Asmara

[PUISI] Rabun Asmara
Pexels/Skitterphoto

Ada apa dengan mataku?

Melihatmu selalu bermakna paling tampan

Kadang bermakna perpaduan tampan dan manis

Paling menggemaskan dan bercahaya

Aku tidak buta kata dokter

 

Mataku bersih dan sehat katanya juga

Tidak minus ataupun plus, normal

Aku bahkan tidak buta warna

Mengapa warna kulitmu terbaik di mataku?

Aku tahu banyak manusia manis dan tampan

 

Mengapa mataku memilih kamu yang paling pas?

Lekuk wajahmu paling disuka mataku

Jerawat jenis apa di wajahmu? 

Mataku tidak terganggu dengannya

 

Kalau ini urusan asmara apalah daya kau bukan milikku

Ketika kau sudah terlahap waktu

Menghilang dari pandangan

Tak terjangkau meski dalam jaringan

Apa yang harus aku katakan kepada mata ini?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
erwanto
Editorerwanto
Follow Us

Related Articles

See More

[PUISI] Tangisan yang Menunggu Pulang

30 Apr 2026, 15:07 WIBFiction
[PUISI] Pundak Tanpa Jeda

[PUISI] Pundak Tanpa Jeda

29 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Kucari Kamu

[PUISI] Kucari Kamu

28 Apr 2026, 20:17 WIBFiction
[PUISI] Inang Benalu

[PUISI] Inang Benalu

27 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Rumit

[PUISI] Rumit

26 Apr 2026, 20:17 WIBFiction
[PUISI] Sepi yang Berisik

[PUISI] Sepi yang Berisik

26 Apr 2026, 05:25 WIBFiction