Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Rantai Waktu yang Terlepas

[PUISI] Rantai Waktu yang Terlepas
Foto oleh Brayden Shaw

Di antara debu-debu kota yang tak pernah tidur,
Aku mencari jejakmu dalam setiap detik yang berlalu.
Waktu seperti rantai yang mengikat erat,
Tapi kau, kau adalah matahari yang tak pernah padam.  

Di sudut-sudut ruang hatiku,
Kau meninggalkan serpihan cahaya,
Menyinari setiap sudut gelap yang tak terjamah.
Aku berjalan di antara bayang-bayang masa lalu,
Mencoba meraihmu, tapi kau selalu menjauh.  

Langit malam ini terasa lebih dingin,
Bintang-bintang pun tak lagi bersinar.
Aku berdiri di tepi jurang waktu,
Memandang jauh ke dalam lubang hitam yang tak berujung.  

Tapi kau, kau adalah angin yang tak pernah berhenti,
Membawa kabar dari masa depan yang tak pasti.
Aku ingin berlari, mengejar setiap detik yang hilang,
Tapi waktu terus berlari, meninggalkan aku di belakang.  

Di ujung sana, aku melihat cahaya,
Mungkin itu kau, atau mungkin hanya ilusi.
Tapi aku akan terus berjalan,
Menembus setiap rantai waktu yang terlepas. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Hafid vinzho_
EditorHafid vinzho_
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Tubuh yang Dipinjam Waktu

27 Mar 2026, 22:22 WIBFiction
[PUISI] Suara Bertingkah

[PUISI] Suara Bertingkah

25 Mar 2026, 17:47 WIBFiction
[PUISI] Menang

[PUISI] Menang

25 Mar 2026, 06:28 WIBFiction
[PUISI] Layu, Tapi Hidup

[PUISI] Layu, Tapi Hidup

25 Mar 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Merajut Laut Fajar

[PUISI] Merajut Laut Fajar

25 Mar 2026, 05:04 WIBFiction