Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Rekah

[PUISI] Rekah
Jalan Di Kota Saat Matahari Terbenam. (pexels.com/Nout Gons)

Di ambang fajar yang enggan menyapa
Aku hanyalah rekah di tepi waktu
Sekuntum sunyi yang nyaris pudar
Menanti disentuh cahaya yang tak kunjung tiba

Angin berbisik di sela dahan
Menyapu sisa-sisa harap yang mengering
Namun, aku tetap berdiri
Meski akar tak lagi memeluk tanah

Langit menjingga, lalu temaram
Meninggalkan jejak-jejak samar di cakrawala
Aku mengurai diri dalam senyap
Menjadi noktah dalam gemuruh semesta

Jika esok datang tanpa nama
Biarlah aku luruh tanpa suara
Seperti kelopak yang gugur perlahan
Menjadi kisah yang tak pernah selesai

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Surat Cinta dari Bulan Februari

24 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Di Antara Gerimis

[PUISI] Di Antara Gerimis

24 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berjalan

[PUISI] Luka yang Berjalan

23 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Kepada Hati

[PUISI] Kepada Hati

22 Feb 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Asa Tersisa

[PUISI] Asa Tersisa

22 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Buat Apa Bersuara?

[PUISI] Buat Apa Bersuara?

22 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Cangkir Biru

[PUISI] Cangkir Biru

20 Feb 2026, 13:48 WIBFiction