Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Reminisensi

ilustrasi perempuan sedih (pexels.com/Masha Raymers)
ilustrasi perempuan sedih (pexels.com/Masha Raymers)

Ada yang kembali ke memori
Menghentikan jemari yang tengah menari
Merempuh akal, menyelak hati
Membebaskan kertas origami dari peti

Kertas origami dengan dua afeksi
Biru dan ungu yang terserak tak berseri
Membereskannya butuh waktu sehari
Sebab ia membuat reminisensi

Kenangan itu memudarkan asa di hati
Mengikat kaki, mencekal jemari
Andai dulu tak kau taruh dalam peti
Hari ini kau masih bisa berlari

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Angger Dhestya
EditorAngger Dhestya
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Senja yang Menyisakan Tanya

31 Jan 2026, 05:15 WIBFiction
ilustrasi melangkah bebas

[PUISI] Mimpi Tanpa Batas

31 Jan 2026, 05:04 WIBFiction
ilustrasi laki-laki disabilitas di pinggir pantai

[PUISI] Berlari Tanpa Kaki

30 Jan 2026, 21:48 WIBFiction
ilustrasi pertarungan

[PUISI] Menyendiri

30 Jan 2026, 21:07 WIBFiction
Ilustrasi gambar orang duduk di kursi

[PUISI] Singgasana Sunyi

30 Jan 2026, 05:15 WIBFiction
ilustrasi seseorang melihat keluar dari jendela

[PUISI] Melebur Sekat

30 Jan 2026, 05:04 WIBFiction
ilustrasi kabut di hutan

[PUISI] Rumit Ke Pamit

29 Jan 2026, 20:27 WIBFiction
ilustrasi seorang perempuan berlarian di pinggir pantai

[PUISI] Terus Berlari

29 Jan 2026, 18:07 WIBFiction
ilustrasi pasangan yang sedang berjalan bersama

[PUISI] Seni Meraih Cinta

28 Jan 2026, 16:47 WIBFiction
ilustrasi burung hantu

[PUISI] Makhluk Malang

27 Jan 2026, 17:07 WIBFiction