Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Rumah yang Ternyata Bisa Patah
Ilustrasi rumah kecil yang sepi (pexels/@David Kanigan)

Satu hari lagi dalam kesendirian
Tuan Matahari sepertinya sedang malu
Seharian bersembunyi di balik Tuan Awan
Sama seperti lampu rusak di sudut ruangan
Yang padam seakan memilih pergi bersamamu.

Satu hari lagi dalam kesendirian
Kursi favoritmu kini telah patah
Roboh oleh anjing kecil yang dulu selalu kau peluk
Diperbaiki tak berguna, dibuang pun tak kuat hati
Akhirnya kubiarkan ia berbaring di pojok ruangan

Satu hari lagi dalam kesendirian
Dingin malam ini menusuk lebih kuat dari biasanya
Pipa air panas tak lagi mampu mengusir dingin
Pemanas ruangan pun menyerah menjaga hangat rumah ini
Seakan seisi rumah ikut kehilangan dirimu

Satu hari lagi dalam kesendirian
Di rumah kecil yang dulu kita bangun bersama
Yang masih berdiri megah dari luar
Hanya saja sudah mulai patah di dalamnya
Karena rumah pun ternyata bisa patah,
Saat kehilangan orang yang paling dicintainya

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team