Selembar daun tumbuh diam-diam
Di ujung ranting menyambut pagi
Menari bersama angin
Tanpa tahu kapan tanah memanggil
Langit tidak selalu menyimpan biru
Bunga tak selalu mengenal musim yang sama
Jalan-jalan panjang kehilangan jejak
Ketika mata terlalu sibuk mencari ujung
Masih ada tangan yang dapat digenggam
Masih ada suara yang memanggil nama
Namun beberapa pertemuan hanya singgah
Lalu menjadi aroma hujan yang tertinggal.
Retakan menetap perlahan di tanah
Mengajarkan akar mencari jalan ke dalam
Di tempat yang tak terlihat
kekuatan diam-diam bertumbuh
Sebelum senja menutup langit
Daun masih memeluk angin.
Lalu jatuh tanpa suara
Dan bumi tak pernah menolaknya
![[Puisi] Saat Daun Belajar Jatuh](https://image.idntimes.com/post/20260902/1000122939_7fcaf11e-54f0-497f-8521-25204f3ffd5a.jpg)