hanya tubuh ringkih tertatih-tatih
menahan pedih dan sedih
tanpa cinta benar-benar menetap
hanya wanginya hinggap sesaat

jalan di depan tampak kelabu
mungkin terjal berliku
di belakang hanya yang sia-sia
berlalu tanpa tahu apa

siapa menunggu di sana?

mungkin hanya bayang-bayang
menanti di ujung jalan
mungkin hanya sunyi yang membuka pintu
dengan tangan-tangan kesepian

atau barangkali
tak ada siapa-siapa
hanya malam yang sabar
memeluk luka
membiarkan rebah
sejenak
sebelum kembali berjalan
tanpa suara

namun jika memang
‎ada cahaya
‎meski kecil nyaris tak bernama
‎akan kusimpan ia
‎di dalam dada
‎jadi alasan
‎untuk tetap berada