Hatiku selalu memanggil namamu dalam sunyi
Sesaknya dada tidak membuatnya diam dan berhenti
Begitu keras kepala, seolah punya keputusannya sendiri
Aku tiada berdaya untuk menghadapinya lagi

Namun, bukan hanya hatiku yang menyiksaku begini
Pikiranku masih keukeuh memutar semua tawa dan senyummu
Tanganku masih bergerak mengusap sisi kosong ranjang ini
Seolah hangatmu masih terpatri di sisi

Jika seluruh bagian dari diriku tak lagi bisa kukendalikan
Seenaknya memaksakan rindu yang tak pernah terobati
Maka mungkinkah aku masih jadi pemiliknya?
Atau pengaruhmu terlalu kuat sampai menguasai diri ini?