Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Salam Rindu untuk Ibu

[PUISI] Salam Rindu untuk Ibu
ilustrasi perempuan duduk sendiri (pexels.com/Pixabay)
Share Article

Semesta yang penuh misteri
Bagai hadiah dalam peti
Dalam diam ku ratapi
Senyum merekah yang kini pergi

Puluhan tahun tanpa henti
Mengajari caranya berlari
Mengejar sinar yang dipancarkan mentari
Membuat hidup jadi berseri

Kini hilang membuatku sendiri
Bagaikan hidup dalam jerami
Sungguh sulit tuk menari
Di dunia yang kini sunyi

Awan pun meteskan air setiap hari
Membasahi bumi sampai ke pipi
Kicauan burung meneriaki
Mencoba berlindung dalam diri

Tak tahu kemana harus menepi
Mencari sosok yang kucari
Sosok yang kini hanya ada dalam mimpi
Yang namanya terukir di atas nisan yang terpatri

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Lia Aprilyanti
EditorLia Aprilyanti

Related Articles

See More

[PUISI] Andai Aku Cantik

21 Jun 2026, 07:07 WIBFiction
[PUISI] Rahasia Surga

[PUISI] Rahasia Surga

20 Jun 2026, 20:38 WIBFiction
[PUISI] Pukul Tujuh Pagi

[PUISI] Pukul Tujuh Pagi

19 Jun 2026, 11:07 WIBFiction
[PUISI] Jurang

[PUISI] Jurang

18 Jun 2026, 16:47 WIBFiction
[PUISI] Parade Rasa

[PUISI] Parade Rasa

17 Jun 2026, 15:07 WIBFiction