Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Saya? Ingin Lenyap

[PUISI] Saya? Ingin Lenyap
Unsplash.com/inasequoia

Lagi-lagi batin berontak
Memaksa logika memihak dan bertindak
Logika terdiam, tak bisa berkata-kata
“Sabar ... sabar ...,” terngiang di pikirannya

Batin keras kepala
Masih meminta logika mengikutinya
Logika terdiam keseribu kalinya
Sabar masih kata ajaib favoritnya

Saya ingin berteriak mendengar pertengkaran keduanya
Tapi langit tak lagi biru bercahaya
Matahari sudah pamit sejak senja hilang
Berganti bulan separuh yang tak begitu terang

Semua sudah terlelap
Saya? Ingin lenyap

Jakarta, 2020

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Sajak untuk Rindu yang Tak Pernah Selesai

23 Mar 2026, 22:52 WIBFiction
[PUISI] Ruang Tersembunyi

[PUISI] Ruang Tersembunyi

23 Mar 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berbunga

[PUISI] Luka yang Berbunga

23 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

22 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Subuh yang Beku

[PUISI] Subuh yang Beku

21 Mar 2026, 15:25 WIBFiction
[PUISI] Anak Bawang

[PUISI] Anak Bawang

20 Mar 2026, 05:04 WIBFiction