Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Sebuah Nama yang Hilang

[PUISI] Sebuah Nama yang Hilang
freegreatpicture.com

 

Seringkali hujan datang di kala aku merindu.

Butirannya saling kejar-berkejaran

hingga mendapatkanku menopang dagu

di tepi jendela.

 

Dan kerap kali pula hujan menggoda.

Dengan memunculkan embun dari dingin

yang menghias tiap sisi kaca jendela;

memaksaku mengukir huruf demi huruf hingga

membentuk sebuah nama.

 

Barangkali hujan bermaksud mengobati kerinduanku

dengan mengajak melihat keindahan namanya di balik kaca.

Aku terhibur, memang. Namun hanya sesaat.

Karena seiring dengan rintikan yang melambat

dan embun yang menguap.

Nama itu pun hilang.

Persis. Seperti kehilanganku padanya

Beberapa hari yang lalu, sebelum hujan ini turun.

 

Share
Topics
Editorial Team
Rudi Fahrizal Putra
EditorRudi Fahrizal Putra
Follow Us

Related Articles

See More

[PUISI] Menghangatkan Hari yang Sendu

09 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Niskala

[PUISI] Niskala

08 Mei 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Kepada Kegagalan

[PUISI] Kepada Kegagalan

07 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Pantang Terusir

[PUISI] Pantang Terusir

06 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Lampu Kota

[PUISI] Lampu Kota

05 Mei 2026, 17:47 WIBFiction