Pagi merekah di kaca jendela
Menampilkan drama yang tak biasa
Satu keluarga saling bertegur sapa
Sederhana, namun terasa sangat langka
Ada langkah kecil di samping ayahnya
Ada lambaian ibu di ambang pintunya
Aku menatap dari ruang yang berbeda
Menyadari hangat itu belum milikku jua
Kurelakan sibuknya jemari orang tuaku
Mungkin begitulah cara mereka menjagaku
Kini damai sudah menetap di jiwaku
Menghapus sisa sepi di masa laluku
Suatu saat nanti di rumah yang baru
Hangat akan menjadi udara di setiap penjuru
Anakku takkan menatap jendela dengan rindu
Sebab pelukku adalah tempatnya bertumpu
![[PUISI] Sederhana yang Langka](https://image.idntimes.com/post/20260424/pexels-arina-krasnikova-5103919_b9c1e87d-5b49-40a8-8344-64e3375bb9d2.jpg)