Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Sekuntum Rindu Pertama
ilustrasi sekuntum mawar merah (pexel.com/Samer Daboul)

Bila cintaku seumpama sekuntum bunga

Mawar merahlah yang menjadi simbolnya

Merah merekah, menggoda iman

Ingin memetik tapi takut durinya

Cinta pertamaku yang rapuh bagai bunga

Terasa manis bila mengingatnya

Hadirmu yang indah menghiasi hidupku

Memberi makna baru yang ingin kutuju

Tatapan matamu yang sejuk

Menggetarkan jiwaku

Dari hiruk pikuk dunia yang ricuh

Ingin bersembunyi bersama,

Disebuah tempat,

Dimana hanya ada kita berdua

Sekuntum rindu pertama yang pernah hadir

Walau kini tak bertahan lama

Warnamu yang kusut dan lapuk

Memberikan warna baru,

Bagi tanah, tempatmu berpijak

Walau tak sempurna

Tak apa, hatiku tetap bahagia

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team