Bila cintaku seumpama sekuntum bunga
Mawar merahlah yang menjadi simbolnya
Merah merekah, menggoda iman
Ingin memetik tapi takut durinya
Cinta pertamaku yang rapuh bagai bunga
Terasa manis bila mengingatnya
Hadirmu yang indah menghiasi hidupku
Memberi makna baru yang ingin kutuju
Tatapan matamu yang sejuk
Menggetarkan jiwaku
Dari hiruk pikuk dunia yang ricuh
Ingin bersembunyi bersama,
Disebuah tempat,
Dimana hanya ada kita berdua
Sekuntum rindu pertama yang pernah hadir
Walau kini tak bertahan lama
Warnamu yang kusut dan lapuk
Memberikan warna baru,
Bagi tanah, tempatmu berpijak
Walau tak sempurna
Tak apa, hatiku tetap bahagia
![[PUISI] Sekuntum Rindu Pertama](https://image.idntimes.com/post/20260218/pexels-photo-1050748_50dceb94-b0d3-483a-98dc-6adbe079b4a4.jpeg)